Serah Terima Teknologi Tingkatkan Daya Saing Pengrajin Gerabah Kampung Abar
Kampung Abar, Sentani – Tim pengabdian Universitas Cenderawasih secara resmi melaksanakan kegiatan serah terima teknologi kepada para pengrajin gerabah Kampung Abar pada Sabtu, 4 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Pengrajin Gerabah Kampung Abar Sentani Melalui Inovasi Teknologi dan Analisis Pasar”, yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2025.


Serah terima ini menandai dimulainya pemanfaatan berbagai inovasi teknologi tepat guna, seperti pelatihan pengembangan formula tanah liat dan glasir, serta penerapan sistem manajemen kualitas dalam proses produksi gerabah. Selain itu, para pengrajin juga mendapatkan pelatihan pemasaran digital dan pengembangan platform e-commerce untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk gerabah Kampung Abar di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua tim pengabdian, Bobi Frans Kuddi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, serta pendapatan para pengrajin. “Melalui transfer teknologi dan pelatihan yang berkelanjutan, kami ingin memastikan tradisi gerabah Kampung Abar tetap lestari sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Naftali Felle, ketua kelompok pengrajin Titian Hidup, menyambut baik inisiatif ini. “Teknologi dan pelatihan yang kami terima sangat membantu dalam meningkatkan mutu dan pemasaran produk kami. Kami optimis gerabah Abar akan semakin dikenal luas,” ungkapnya.



Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas budaya Kampung Abar sebagai sentra gerabah tradisional Papua. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan perguruan tinggi, diharapkan inovasi dan kolaborasi ini dapat menjadi model pemberdayaan berkelanjutan bagi komunitas pengrajin di daerah lain.