Apa yang menjadi keunikan gerabah abar sentani?
Gerabah Abar Sentani sangat dikenal karena motif dan desainnya yang khas dan tidak ditemukan pada kerajinan gerabah dari daerah lain di Indonesia. Motif-motif ini biasanya terinspirasi dari tradisi lokal, kepercayaan, serta lingkungan alam sekitar Danau Sentani. Ciri utama motifnya adalah pola-pola geometris, garis-garis lengkung, serta representasi stilisasi flora dan fauna yang diatur secara harmonis dan memenuhi permukaan gerabah. Motif-motif tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga sebagai penanda identitas budaya masyarakat Sentani dan seringkali mengandung makna simbolis, seperti lambang air, ikan, atau unsur alam lain yang penting dalam kehidupan masyarakat setempat.
Motif-motif ini diaplikasikan dengan teknik pengisian ruang yang rapat dan berulang, sehingga permukaan gerabah tampak penuh dan kaya akan detail. Pola-pola tersebut juga menjadi media untuk menyampaikan cerita, nilai, dan identitas sosial masyarakat Sentani








Keunikan lain dari gerabah Abar Sentani terletak pada teknik pembuatannya yang masih sangat tradisional dan diwariskan secara turun-temurun. Proses pembuatannya dilakukan secara manual dan ada juga yang sudah mulai modern. Secara tradisional menggunakan teknik pinch, coil, dan slab, Seluruh proses, mulai dari pembentukan, penghalusan, hingga pembakaran, dilakukan dengan tangan dan alat-alat sederhana seperti kayu, batu, atau tempurung. Pembakaran gerabah dilakukan secara tradisional di lubang terbuka atau tungku sederhana menggunakan bahan bakar alami seperti kayu atau tumbuhan kering. Cara ini menghasilkan tekstur dan warna permukaan yang khas serta membuat setiap produk memiliki keunikan tersendiri.
Secara modern, para pengrajin telah dilatih menggunakan roda putar (potter’s wheel) dan pembakaran gerabah menggunakan Oven. Namun demikin, hal ini tidak mengurangi kualitas dan makna yang dihasilkan dalam setiap guratan yang ada pada gerabah dan sarat akan makna.
Gerabah Abar Sentani dibuat dari tanah liat khusus yang diambil dari lingkungan sekitar Danau Sentani. Formula tanah liat dan bahan tambahan yang digunakan merupakan hasil pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun, sehingga menghasilkan kualitas dan karakteristik gerabah yang berbeda dari daerah lain. Penggunaan bahan lokal ini juga memperkuat keterikatan produk dengan identitas geografis dan budaya Sentani.
Gerabah Abar Sentani bukan sekadar produk kerajinan, melainkan simbol identitas budaya dan pilar utama perekonomian masyarakat Kampung Abar. Proses pembuatan gerabah menjadi bagian dari aktivitas sosial dan diwariskan dari generasi ke generasi, memperkuat ikatan sosial dan rasa kebersamaan di masyarakat. Selain itu, gerabah ini juga digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari dan dipamerkan pada festival Danau Sentani setiap bulan november.