Kunjungan Dosen FMIPA Universitas Cenderawasih: Dorong Inovasi dan Pemberdayaan Pengrajin Gerabah Kampung Abar
Kampung Abar, Sentani – sebuah permukiman tradisional di tepi Danau Sentani, Papua yang tersohor sebagai sentra kerajinan gerabah – mendapat kunjungan istimewa dari tim dosen Universitas Cenderawasih. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, namun menjadi awal pelaksanaan program Pemberdayaan Pengrajin Gerabah Kampung Abar Melalui Inovasi Teknologi dan Analisis Pasar. Program ini bertujuan untuk memperkuat posisi pengrajin lokal, meningkatkan kualitas serta daya saing produk gerabah berbasis kearifan lokal, sekaligus membawa nuansa inovasi ke jantung tradisi Abar.
Mengapa Kampung Abar?
Kampung Abar merupakan salah satu pusat kerajinan gerabah tradisional di Papua. Keunikan desain dan teknik pembuatannya menjadi identitas budaya sekaligus sumber penghidupan utama bagi masyarakat setempat. Namun, pesatnya arus modernisasi menyebabkan sejumlah tantangan: metode produksi yang masih tradisional, keterbatasan alat, akses pasar yang minim, hingga kurangnya regenerasi pengrajin muda.
Kelompok pengrajin Titian Hidup yang diketuai Bapak Naftali Felle menjadi mitra utama dalam program ini. Mereka menghadapi tantangan kapasitas produksi, kualitas produk yang inkonsisten, hingga sulit menembus pasar digital. Padahal, permintaan gerabah meningkat setiap kali ada festival tahunan di Danau Sentani, namun seringkali belum mampu dipenuhi karena keterbatasan alat dan proses produksi.



Program Inovasi Teknologi dan Pemberdayaan
Tim dosen yang terdiri dari Bobi Frans Kuddi (Statistika), Felycitae Ekalaya Appa (Farmasi/Kimia Keramik), Winda Ade Fitriya B (Matematika/Pemasaran Digital), Tim Teknis terdiri atas Hardi Hamzah (Fisika), Lolita Tuhumena (Perikanan), dan dosen tamu Liyatin Gea (Perikanan), Nada Pertiwi Papriani (Kimia), Tamara L. J. Kainama (Kelautan), Anita Pratiwi (Laboran Perikanan) hadir dengan membawa solusi berbasis hasil riset dan pengalaman pengabdian masyarakat. Solusi utama yang diusung meliputi:
Regenerasi dan Kaderisasi Pengrajin
Melibatkan generasi muda melalui pelatihan dan mentoring agar tradisi pembuatan gerabah tetap lestari dan berkembang.
Modernisasi Alat Produksi
Pengadaan dan pelatihan penggunaan electric pottery wheel (alat putar listrik) dan tungku pembakaran modern untuk meningkatkan efisiensi, kapasitas, serta konsistensi kualitas gerabah. Alat ini mampu meningkatkan produktivitas hingga 30% dan mengurangi limbah tanah liat.
Pengembangan Inovasi Desain
Pelatihan desain menggunakan software CAD 3D dan pengenalan teknik glasir modern, agar produk gerabah tetap memadukan ciri khas lokal dengan tren kontemporer yang diminati pasar nasional maupun mancanegara.
Penguatan Pemasaran Digital
Pembuatan platform e-commerce khusus produk gerabah Abar, pelatihan penggunaan media sosial, hingga produksi konten digital menarik untuk mendongkrak pemasaran online dapat diakses melalui https://gerabah-abar.com/kerajinan. Hal ini ditargetkan mampu meningkatkan penjualan online hingga 50% dalam satu tahun.

Manajemen Mutu dan Branding
Pengembangan SOP produksi, sistem manajemen kualitas, serta strategi branding yang kuat agar produk Abar memiliki ciri khas dan daya saing tinggi. Targetnya, harga jual produk bisa naik hingga 20% berkat branding dan kualitas yang lebih baik.
Rangkaian Kegiatan di Kampung Abar
Kegiatan dimulai dari sosialisasi kepada masyarakat dan tokoh adat, dilanjutkan dengan pelatihan bertahap – mulai dari produksi, desain, hingga pemasaran digital. Pengrajin diberikan kesempatan mencoba langsung alat baru, belajar desain digital, serta didampingi dalam pembuatan konten promosi online. Monitoring dan evaluasi dilakukan berkala bersama mitra, agar setiap perkembangan dapat diukur dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal.Tim dosen juga melibatkan mahasiswa Universitas Cenderawasih, sehingga menjadi ajang pembelajaran nyata di luar kampus. Dengan demikian, selain memberdayakan pengrajin, program ini turut mencetak lulusan yang siap terjun dan berkontribusi di masyarakat.

Dukungan Pembangunan Lokal dan SDGs
Program ini mendukung beberapa agenda pembangunan nasional dan global, seperti:
- SDGs 8: Mendorong pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
- SDGs 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui teknologi ramah lingkungan.
Selain itu, program ini juga mendukung Asta Cita dan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), khususnya dalam pengembangan teknologi tepat guna serta pelestarian budaya berbasis ekonomi kreatif lokal.
Dampak dan Harapan ke Depan
Dengan adanya kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, diharapkan pengrajin Titian Hidup serta seluruh warga Kampung Abar dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi juga menjaga warisan budaya agar tetap lestari dan relevan di era digital.Seluruh proses dan hasil kegiatan nantinya akan didokumentasikan dan dipublikasikan melalui jurnal ilmiah, media massa lokal, hingga video di kanal YouTube Universitas Cenderawasih. Ini menjadi inspirasi bagi daerah lain bahwa tradisi dan teknologi bisa berjalan beriringan menuju masa depan yang lebih baik.

Salam kreatif dari Kampung Abar!
#AbarBangkit #GerabahSentani #InovasiLokal